Sabtu, 21 April 2018

pendapat saya tentang tes psikologi online


Kita hidup di  zaman dimana semua orang, baik itu anak-anak sampai dengan orang tua tau apa itu internet. Secara singkat, internet merupakan sebuah bukti dari kemajuan teknologi yang mana dapat dengah mudah diakses oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Dengan internet juga kita dapat melakukan apapun yang kita mau, seperti mencari informasi, chatting, mencari hiburan berupa musik, video, atapun gambar, bermain game dan lain-lain. Bahkan untuk sebuah tes psikologi juga telah tersedia di internet baik itu di website maupun media sosial yang dipakai pengguna, yang dikenal dengan tes psikologi online.
Seperti yang diketahui, tes psikologi atau yang biasa disebut dengan psikotes merupakan sebuah pengukuran dan penilaian yang dilakukan oleh ahlinya, biasanya psikolog, dimana tes tersebut dapat memperoleh informasi berupa perasaan, persepsi, dan perilaku orang tersebut yang dilihat dari aspek-aspek psikologis tertentu. Terdapat beberapa jenis tes psikologi, seperti tes intelegensi, bakat, minat, dan kepribadian, dimana setiap tes mempunyai alat, bentuk, dan standar tes yang berbeda-beda. Lalu apakah tes psikologi online akurat untuk mengukur aspek-aspek psikologis dalam diri kita?
Menurut saya tes psikologi kurang akurat dalam mengukur aspek-aspek psikologis dalam diri kita, karena beberapa alasan. Pertama, sebuah tes psikologi yang selama ini kita ketahui dan sering digunakan ternyata tidak muncul begitu saja. Tes-tes tersebut dibuat dengan waktu yang cukup lama dengan segala perdebatan yang ada untuk dapat mencapai kesempurnaan dari tes tersebut. Contohnya, sejarah singkat tes intelegensi berikut:
Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binnet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911.
Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari Tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Tes Stanford_Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak samapai usia 13 tahun.
Salah satu reaksi atas Tes Binet-Simon atau Tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Spearman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (General factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori ini disebut teori faktor (Factor Theory of Intelligence). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa, dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.
Kedua, karena tes psikologi tersebut melewati sejarah yang cukup lama, maka jumlah partisipannya pun lebih banyak, lebih beragam, dan dengan hasil yang berbeda-beda, sehingga dapat dijadikan sebagai standar penetapan dalam tes yang dilakukan. Menurut saya, tes psikologi online mungkin saja tanpa melewati banyak partisipan dan langsung disebarkan secara luas sehingga hasil yang didapat pun menurut saya masih diragukan.
Jika ditanya lebih memilih yang mana antara tes psikologi online atau tes psikologi secara langsung, maka saya akan menjawab lebih memilih tes psikologi secara langsung, karena lebih dapat dipercaya dan akurat apalagi kalau yang menilai tes adalah para ahli psikolognya langsung karena menurut saya memperlajari ilmu psikologi apalagi alat tesnya tudaklah mudah jadi harus benar-benar memerlukan orang yang sangat ahli dalam hal ini, bukan hanya sekedar menebaknya saja.
Demikian pendapat saya tentang akuratkah tes psikologi online. Untuk lebih dan kurangnya saya mohon maaf, ini hanyalah pendapat saya semata yang tidak ada maksud apapun kecuali untuk memenuhi tugas salah satu matkul di semester ini.


daftar pustaka: 
http://konselorindonesia.blogspot.co.id/2010/10/sejarah-tes-inteligensi.html

Sabtu, 17 Maret 2018

ASPEK PSIKOLOGIS BAGI PENGGUNA INTERNET BERKAITAN DENGAN MEDIA SOSIAL



Sebelum mengetahui apa aspek psikologis bagi pengguna internet yang berkaitan dengan media sosial, kita perlu mengetahui apa pengertian dari internet dan media sosial. Berikut ulasan  mengenai pengertian dari internet dan media sosial.

Pengertian internet

Di zaman serba modern ini, hampir semua orang telah mengetahui pengertian internet karena dapat dilihat di sekitar kita baik itu anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua pernah menggunakannya. Jadi, apa itu internet? Bagi orang yang awam, mereka akan mengatakan bahwa internet adalah tempat untuk berkomunikasi dengan orang lain baik melalui suara, video, foto, dan tulisan; sebagai tempat mencari informasi, dan lain-lain.
Internet berasal dari bahasa latin yaitu “inter” yang berarti antara. Jadi, apabila digabungkan kata per kata internet adalah jaringan antara atau penghubung. Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana didalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi, mulai dari yang statis hingga yang dinamis dan interaktif. Secara umum, internet adalah serangkaian hubungan jaringan komputer yang dapat diakses secara umum di seluruh dunia, yang mengirimkan data dalam bentuk paket data berdasarkan standar internet protocol (IP). Lebih dalam lagi, internet adalah kumpulan jaringan dari jaringan-jaringan komputer dunia yang terdiri dari jutaan unit-unit kecil, seperti jaringan pendidikan, jaringan bisnis, jaringan pemerintahan, dan lain-lain, yang secara bersama menyediakan layanan informasi seperti email, online chat, transfer file dan saling keterhubungan (linked) antara satu halaman web dengan sumber halaman web yang lainnya. Internet adalah jaringan atau sistem atau jaringan komputer yang saling berhubugan dengan menggunakan sistem Global Transmission Control Protocol/internet protocol suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani milyaran pengguna di seluruh dunia. Internet juga biasa dikenal sebagai interconnected-networking (singkatan dari internet)
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa layanan utama internet sebagai media untuk:
a.   Menyebarkan dan memperoleh informasi. Umumnya disajikan dalam bentuk website, informasi dapat berupa teks, grafik, suara, video, atau dalam bentuk file yang dapat di download
b. Berkomunikasi, baik melalui media chatting berbasis teks (IRC), grafik (Yahoo messenger), maupun berkomunikasi suara (Skype), layaknya menggunakan telepon kabel.
c.      Berkirim surat.
d.  Bertukar data, salah satunya dengan menggunakan aplikasi FTP, website, maupun koneksi peer to peer.
e.     Remote login, mampu mengeksekusi komputer dari jauh (telnet)

Pengertian media sosial
http://patrolmedia.co.id/2018/03/11/berantas-akun-anonim-di-media-sosial-kominfo-wacanakan-pakai-sistem-single-identity/

Sama halnya dengan internet, hampir semua orang yang ada di dunia juga mengetahui apa itu media sosial dan bahkan mereka juga pernah atau masih menggunakannya. Di zaman sekarang, kehidupan manusia terbagi menjadi dua bagian, yaitu kehidupan di dunia nyata dan kehidupan di dunia maya. Kehidupan di dunia maya inilah yang disebut dengan kehidupan media sosial. Lalu, apa yang dimaksud dengan media sosial?
            Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”. Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter (sekarang ini ditambakan instagram, “menurut saya”) . Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
Media sosial adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Sosial media dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian besar yaitu :
1.     Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi ( Facebook, myspace, hi5, Linked in, bebo, dll)
2.   Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll)
3.   Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video, music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll)
4.      Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll)
5.  Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll)
6.      MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll)
7.      Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll)
8.      Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv, livecastr, dll)
9.      Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll)
10.  Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll)

Aspek  psikologis bagi pengguna internet berkaitan dengan media sosial

            Setelah mengetahui pengertian dari internet dan media sosial, dapat disimpulkan bahwa keduanya merupakan satu paket yang tidak bisa dipisahkan karena tanpa internet, media sosial tidak akan bisa digunakan. Menurut saya, semua penciptaan media sosial pasti mempunyai tujuan yang baik bagi penggunanya misalkan dapat mempererat hubungan jarak jauh dengan orang lain, menghibur penggunanya, bersosialisasi, dan banyak manfaat positif lainnya. namun ada beberapa orang atau oknum yang salah menggunakan tujuan dari media sosial ini, sehingga yang muncul adalah dampak negatif dalam dirinya. Dampak positif ataupun negatif dari penggunaan media sosial dapat mempengaruhi aspek psikologis dalam diri penggunannya. Apa saja aspek-aspek itu, berikut beberapa penjelasan dari saya tentang aspek psikologis bagi pengguna internet yang berkaitan dengan media sosial. Dalam hal ini saya lebih menekankan aspek psikologis pada remaja
v  Media sosial dapat membantu remaja menemukan identity nya. Menurut teori Psikososial Erikson, pada usia 12-18, seorang anak remaja akan mencoba banyak hal untuk mengetahui jati diri mereka sebenarnya, dan biasanya anak akan mencari teman yang memiliki kesamaan dengan dirinya untuk melewati hal tersebut. Di media sosial, remaja yang memiliki minat yang sama dengan yang lain, maka dia akan bergabung dalam sebuah kelompok yang memiliki minat yang sama itu. Di dalam kelompok itu mereka akan lebih banyak membicarakan tentang minat dan dapat mengekspresikan dirinya dengan baik. Hal inilah yang dapat membentuk identity pada diri remaja tersebut. Contohnya: saya pernah diceritakan oleh teman saya kalau dia sedang bergabung di sebuah kelompok yang terdapat di salah satu media sosial, dimana kelompok tersebut terdiri dari mahasiswa maupun alumni yang tertarik dengan dunia psikologi. Dia mengetahui kelompok ini dari saudaranya yang lebih dulu bergabung. Katanya di kelompok tersebut mereka membicarakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan psikologi. Setiap orang mempunyai hak untuk menambahkan maupun memberi saran, dari dianya sendiri juga mendapatkan banyak manfaat dari bergabungnya ke kelompok itu. Menurut saya dia sudah menemukan apa yang menurut dia bisa dan mampu untuk dilakukan.
v  Media sosial merupakan tempat pengungkapan diri yang baik. Maksud dari pengungkapan diri yang baik adalah bisa berupa status pada media sosialnya dimana dia ingin agar semua orang tahu kalau sedang mendapatkan sesuatu yang baik. Dia merasa lebih baik diberitahukan ke media sosialnya dibandingkan ke orang sekitar karena mungkin saja di sekitarnya pun tidak peduli dengan apa yang didapatkannya, sehingga menurut dia kalau di media sosial pasti ada yang akan membaca statusnya tersebut. Dalam hal ini bisa berdampak positif karena menurutnya dia telah mengungkapkan dirinya dengan baik sehingga bisa mendapatkan pujian dari teman-teman media sosialnya, namun bisa juga berdampak buruk karena dia akan semakin tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain karena ketidakpedulian orang lain itu kepadanya.
v  Postingan media sosial dapat mempengaruhi mood seseorang dan sebagai penghibur untuk penggunanya. Pernahkah kalian saat sedang bersedih atau marah lalu melihat sebuah postingan lucu atau menarik di media sosial dan membuat perasaan kalian menjadi lebih tenang? Saya pernah dan bahkan sering sekali mengalami hal ini. Misalnya waktu itu saya sedang bersedih karena suatu hal, lalu saat saya membuka media sosial saya, saya melihat video bayi yang sedang diajarkan mengaji oleh ibunya dan dengan lucunya dia mengulangi apa yang dikatakan ibunya walaupun ada beberapa kata yang salah, saya langsung tersenyum dan tertawa ketika mendengar suara tawa bayi itu, perasaan saya jadi sedikit lega walaupun kesedihan yang tadi tetap masih ada, tapi setidaknya saya bisa sedikt terhibur.
v  Media sosial dapat mengurangi stress bagi cowok maupun cewek. Melalui media sosial kita akan dapat mengunggah postingan yang menarik bagi kita serta dapat menikmati foto dan video yang disukai. Untuk cowok, misalnya tentang dunia bola atau olahraga lainnya, musik yang disukai dan lain-lain, sedangkan untuk cewek bisa tentang fashion, musik (kpop misalnya), dan lain-lain. Hal ini mungkin tidak bisa menghilangkan stress yang dialami karena aktivitas beratnya sehari-hari, namun mungkin bisa mengurangi stress yang dirasakannya,
v  Media sosial menyebabkan seseorang menjadi individualisme. Seorang remaja yang lebih sering menggunakan media sosial di sehari-harinya akan membentuk seseorang yang individualisme, mereka jadi tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya dan hanya fokus pada gadget mereka misalnya, karena di dalam gadget tersebut dia mempunyai dunia nya sendiri. Contohnya : saya mempunya teman yang setiap hari tidak pernah lepas dari gadgetnya, matanya selalu melihat ke arah layar gadget. Setiap memanggil namanya kita harus memanggilnya bisa lebih dari 5 kali. Saat menoleh pun dia tidak tau dengan apa yang kita bicarakan sebelumnya dan selalu mengatakan”kenapa?”, padahal waktu sebelum memanggil itu kami sudah memberikan sebuah pertanyaan ke dia tapi tidak didengarkan karena dia asik dengan dunianya sendiri.

http://shuneo.net/lifestyle/media-sosial-yang-berujung-pada-individualisme/

v  Media sosial membuat seseorang iri hati dan gengsi. orang-orang yang menggunakan media sosial pasti lebih banyak memposting tentang keberhasilan atau kesuksesan yang dia dapat, walaupun ada juga tentang kesedihannya. Hal itu karena dia tidak akan memposting sesuatu yang menyebabkan dirinya sendiri merasa malu dan gagal, inilah yang disebut gengsi. Keberhasilan atau kesuksesan itu seperti mendapat juara, bisa jalan-jalan ke luar negeri, mempunyai pacar idaman, orang tua yang selalu ada, dan lain-lain. Hal itulah yang bisa menyebabkan orang lain iri terhadap orang yang memposting hal tersebut.

http://intisari.grid.id/Wellness/Psychology/Hati-Hati-Iri-Karena-Posting-An-Orang-Lain-Di-Facebook-Bisa-Bikin-Kesehatan-Mental-Terganggu

v  Perilku di media sosial berbeda dengan di dunia nyata. Ada beberapa orang yang sangat aktif, cerewet, sigap, dan tegas di media sosial namun dalam dunia nyata dia ternyata adalah seorang yang pemalu dan jarang bicara. Hal ini karena menurutnya lebih nyaman berkomunikasi melalui media sosial daripada secara langsung yang harus bertatap muka. Bisa saja sebaliknya, di media sosial dia jarang sekali memposting atau mengomentari sesuatu tetapi di dunia nyata dia bukanlah orang yang pemalu. Banyak contoh dari pernyataan ini, misalkan lagi di media sosial dia mempunyai banyak teman namun di dunia nyata dia hanya mempunyai 1 teman atau sebaliknya; dan lain-lain.

https://www.slideshare.net/SandeepGupta159/social-media-vs-social-life

v  Mempengaruhi kualitas tidur. Siapa disini yang kalau bermain media sosial sampai tidak tidur tau-taunya sudah jam 4 subuh? Ini nih yang paling banyak dilakukan remaja (termasuk saya) remaja-remaja yang senang melakukan kegiatan online hingga larut malam akan lebih rentan terpengaruh oleh resiko kesehatan. Bukan hanya kesehatan secara fisik, secara mental dan psikologisnya jua terganggu.
https://www.hindustantimes.com/fitness/excessive-social-media-use-reduces-sleep-among-children/story-y4sJeafdFtOM8wJsxz1fnM.html


Saran:
Agar media sosial yang kita gunakan tidak membawa dampak negatif buat kita baik secara fisik maupun psikologis, maka ada beberapa yang bisa kita lakukan: (tips dari saya)
1.      Mengatur waktu kapan kita bisa membuka media sosial kita. Misalkan: selesai makan siang, selesai beres-beres, atau selesai belajar (intinya mah selesai beraktivitas yang penting dulu yaa)
2.      Mengatur batas maksimal penggunaannya. Hal ini berguna agar kita tidak kecanduan menggunakan media sosial dan bisa melakukan kegiatan selanjutnya sesuai jadwal
3.      Saat mulai merasa kecanduan, segera alihkan ke hal-hal atau aktivtas yang bermanfaat. Misalkan: olahraga (ringan juga boleh)
4.      Jika kamu adalah orang yang jarang sekali bersosialisasi dengan sekitar namun lebih banyak di media sosial, maka segeralah ubah kebiasaan itu karenakita jadi bisa lebih peka terhadap sekitar kita

Sebenarnya masih banyak lagi aspek-aspek psikologis bagi pengguna internet yang berkaitan dengan media sosial, namun hanya ini yang bisa saya paparpakan. Untuk kelebihan dan kekurangannya saya mohon maaf dan terima kasih telah membaca postingan kali ini.





Daftar pustaka:
Yuhefizar. 2008. 10 Jam Menguasai Internet teknologi dan aplikasinya. Jakarta:
Elex Media Komputindo
Anhar. 2016. Panduan bijak belajar internet untuk anak. Jakarta: Adamssein Media
Cahyono, AS. 2016. Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Di Indonesia. Hal 142. Diambil dari: www.jurnal-unita.org/index.php/publiciana/article/download/79/73\




Kamis, 01 Juni 2017

Diagram Venn

Diagram Venn merupakan salah satu cara untuk menyajikan atau menjelaskan himpunan-himpunan tersebut dalam pembicaraan tertentu. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan diagram venn.
·Himpunan semesta dinyatakan dalam persegi panjang. Simbol S untuk semesta disimpan di pojok kiri atas.
·Setiap himpunan yang dibicarakan selain (himpunan kosong)digambarkan dengan kurva tertutup.
·Setiap anggota ditunjukan dengan noktah (titik).
·Jika anggotanya sangat banyak maka cukup ditulis Himpunannya saja.

contoh :
S = Himpunan siswa SMP di sekolahmu
K= Himpunan seswa kelas VII di sekolahmu
L= Himpuan siswa putri kelas VIII di sekolahmu

maka diagram venn yang menunjukkan himpunan di atas adalah :














Daftar Pustaka:

Matematika. Jakarta: PT Grafindo Media Pratama

bilangan real dan bilangan bulat

Bilangan adalah suatu sebutan untuk menyetakan jumlah atau banyaknya sesuatu. Simbol atau lambangdari bilamhan disebut dengan angka atau lambang bilangan. Ada beberapa istilah bilangan pada matematika, yaitu bilangan real,bilangan rasional, irasional, asli, prima, dan bilangan cacah. Disini akan dijelaskan tentang bilangan real danb bilangan bulat.

1.      Bilangan real

Bilangan real adalah sekumpulan bilangan yang terdiri dari bilangan rasional, yaitu gabungan dari bilangan bulat dan bilangan pecahan, dalam bentuk pecahan atau a/b merupakan bilangan bulat dan b  tidak sama dengan 0, seperti 2/5, dimana a = 2, dan b=5.dan juga terdiri dari bilangan irrasional yaitu bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk a/b dengan b tidak sama dengan 0, seperti √2, √3, √5, untuk √9 bukan merupakan bilangan irrasional karena hasilnya adalah 3
Contohnya:
0, 1, 2, ½, 4/7, 55/7, √2, √3, √5, .... dan seterusnya.

2.      Bilangan bulat
Bilangan bulat yaitu bilangan yang terdiri dari atas bilangan negatif, bilangan nol (0), dan bilangan positif
Contohnya :....., -2, -1, 0, 1, 2, 3, ... , dan seterusnya

Daftar pustaka:

Matematika. Jakarta: PT Grafindo Media Pratama

Rabu, 31 Mei 2017

Persebaran Makhluk Hidup Berdasarkan Iklim

        Kalau diperhatikan, flora dan fauna di  permukaan bumi ini terdapat adanya perbedaan di setiap tempat. Ternyata persebaran makhluk hidup di permukaan bumi tidak merata. Persebaran itu tergantung beberapa faktor salah satunya yaitu perbedaan iklim (klimatik), suhu, curah hujan, kelembaban, dan angin. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap penyebaran makhluk hidup dimana dapat menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya berbeda-beda.  Wilayah-wilayah dengan pola iklim yang ekstrim, seperti daerah kutub yang selalu ditutupi oleh es, atau gurun yang gersang, pasti akan menyulitkan bagi kehidupan suatu organsime. Oleh karena itu, persebaran flora dan fauna pada wilayah tersebut pasti sangat minim baik jumlah maupun jenisnya. Lain halnya dengan wilayah yang beriklim tropis yang merupakan wulayah yang optimal bagi kehidupan flora dan fauna. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup di muka bumi, antara lain dijelaskan sebagai berikut:

1. Suhu 

Suhu adalah parameter yang menggambarkan derajat panas pada sesuatu. Kondisi suhu sangat berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna, karena setiap spesies memiliki persayaratan suhu untuk lingkungan hidup yang ditempatinya. Misalnya, flora dan fauna yang hidup di wilayah kutub memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi terhadap perbedaan suhu yang berubah tajam antara siang dan malam jika dibandingkan dengan flora dan fauna di wilayah tropis. Dalam suatu ekosistem, suhu dapat mempengaruhi unsur fisik dan fisiologis tubuh hewan. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak ezim, sel, jaringan, organ, serta menguapkan cairan tubuh. Sedangkan suhu yang terlalu rendah dapat menghambat kerja enzim dan pembekuan protoplasma, oleh karena itu pada hewan dan tumbuhan dikenal dengan istilah toleransi suhu. Berdasarkan toleransi suhu, flora dan fauna dapat dikelompokkan menjadi eurythermal, yaitu mampu hidup pada suhu lingkungan dalam kisaran yang luas, dan stenothermal, yaitu mampu hidup pada suhu lingkungan dalam kisaran yang sempit. 

2. Kelembapan udara

Kelembapan udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara. Tingkat kelembapan udara dapat berpengaruh secara langsung terhadap pola persebaran tumbuhan di bumi. Beberapa jenis tumbuhan sangat cocok hidup di wilayah yang kering, dan juga ada jenis tumbuhan yang dapat hidup dengan kadar air yang tinggi. Berdasarkan tingkat kelemabapan udara, tumbuhan di bumi dapat dibedakan menjadi:
a. Xerophyta, jenis tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan yang kering/gersang, seperti kaktus
b. Mesophyta, jenis tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan yang lembab, seperti anggrek
c. Hygrophyta, jenis tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan yang basah, seperti eceng gondok
d. Tropophyta, jenis tumbuhan yang dapat beradaptasi terhadap perubahan musim kemarau dan musim hujan, seperti pohon jati

3. Angin

       Angin berfungsi sebagai alat transportasi untuk memindahkan uap air atau awan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Angin sangat menguntungkan bagi kehidupan makhluk di bumi, karena terjadi ditribusi air di atmosfer ke beberapa wilayah. Akibatnya, secara alamiah kebutuhan organisme akan air dapat terpenuhi. Selain itu, gerakan angin juga dapat membantu memindahkan benih dan membatu proses penyerbukan beberapa tumbuhan tertentu.

4. Curah hujan

      Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya. contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.


Daftar pustaka :
Geografi: membuka cakrawala dunia. Jakarta: PT Grafindo Media Pratama


perkembangbiakan seksual dan aseksual

       Berkembang biak merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan dan mempertahankan kelestarian jenisnya. Perkembangbiakan atau reproduksi pada makhluk hidup terbagi menjadi 2 yaitu perkembangbiakan seksual (generatif) dan perkembangbiakan aseksual (vegetatif), berikut penjelasannya:

Perkembangan Seksual (Generatif)

        Perkembangan seksual merupakan proses bertemunya  dua individu dengan jenis kelamin yang berbeda, atau bertemunya sel ovum dan sel sperma yang disebut dengan proses pembuahan. Kedua sel kelamin bersatu membentuk suatu sel yang disebut dengan zigot. Salah satu makhluk hidup yang sudah pasti menggunakan reproduksi ini adalah manusia. 
     Berbeda dengan manusia, reproduksi seksual pada hewan terbagi berdasarkan pada tempat terjadinya fertilisasi yaitu secara internal (di dalam tubuh) seperti mamalia dan secara eksternal (di luar tubuh) seperti ikan dan katak. Berdasarkan proses perkembangan embrionya dibedakan menjadi ovipar (bertelur), vivipar (melahirkan), dan ovovivipar (bertelur dan melahirkan). Pada hewan ovipar,pembuahan sel telur dan perkembangan embrio terjadi diluar tubuh induk misalkan pada hewan jenis unggas,ikan, dan amfibi. Hewan vivipar mengalami pembuahan sel telur dan perkembangan embrio di dalam tubuh induk seperti pada hewan jenis mamalia. Sedangkan hewan ovovivipar, pembuahan terjadi di dalam tubuh induk, tetapi telur yang telah terbuahi akan dikeluarkan dan embrio berkembang di dalam telur sampai dewasa seperti hiu, ular boa, dan kadal. 

perkembangbiakan pada ovipar

hewan yang termasuk dalam kelompok vivipar
perkembangbiakan ovovivipar pada buaya

        Pada tumbuhan, organ seksual yang dipakai tumbuhan berbiji berupa bunga. Tumbuhan berbiji berkembang biak secara seksual melalui tahap pembentukan gamet, penyerbukan putik oleh benang sari, dan pembuahan. Penyerbukan merupakan tahap yang penting dalam perkembangbiakan tumbuhan berbiji. Agar benang sari sampai ke putik, tumbuhan mengembangkan adaptasi yang berbeda-beda, yaitu Anemogami, penyerbukan yang dibantu oleh angin. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin, cenderung memiliki serbuk sari yang banyak dan ringan. Contoh : jagung dan rumput. Hidrogami, penyerbukan yang dibantu oleh air. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh air adalah tumbuhan air. Contoh tumbuhan paku air.  Zoidiogami, penyerbukan yang dibantu oleh hewan, dibagi lagi menjadi penyerbukan yang dibantu serangga (entomogami), dan penyerbukan yang dibantu oleh burung (ornitogami).


penyerbukan anemogami


penyerbukan hidrogami

penyerbukan zoidiogami


Perkembangbiakan Aseksual (vegetatif)

        Perkembangan aseksual merupakan proses reproduksi tanpa adanya peleburan antara sel kelamin jantan dan betina, tanpa melibatkan alat reproduksi sehingga tidak terjadi proses fertilisasi atau pertemuan antara gamet jantan dan gamet betina. Biasanya yang mengalami perkembangbiakan secara aseksual adalah tumbuhan dan hewan yang tidak memiliki tulang belakang. 
      Reproduksi aseksual pada hewan ada lima jenis, yaitu pembelahan biner, terjadi pada makhluk hidup uniseluler, yaitu dari golongan Monera dan Protista. Pada pembelahan biner, dari satu individu membelah secara langsung menjadi dua sel anak contohnya pada cacing pita (Taenia sp). Pembelahan ganda, yaitu pembelahan berulang, sehingga dalam sekali pembelahan dari satu individu dapat dihasilkan lebih dari dua individu. Contoh hewan yang dapat melakukan pembelahan ganda adalah Plasmodium. Pembentukan tunas, yaitu pembentukan tunas kecil yang serupa dengan induk. Tunas ini kemudian memisahkan diri dan menjadi individu baru. Contohnya pada Hydra, ubur-ubur pada saat berbentuk polip. Regenerasi, individu baru terbentuk dari bagian tubuh induk yang terbagi-bagi/terputus baik sengaja atau tidak. Setiap bagian tumbuh dan berkembang membentuk bagian yang belum ada sehingga menjadi  individu baru yang utuh. Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara regenerasi adalah cacing tanah. Partenogenesis, individu baru terbentuk dari telur yang tidak dibuahi. Hewan yang mengalami partenogenesis adalah serangga, misalnya lebah madu.

pembelahan biner
pembelahan ganda
pembentukan tunas

regenerasi

partenogenesis


        Perkembangbiakan pada tumbuhan dapat dibagi menjadi 2 yaitu secara alami dan secara buatan. Secara alami maksudnya perkembangbiakan aseksual tanpa campur tangan dari tangan manusia, seperti dengan pembelahan sel, (pada tumbuhan bersel satu, misalnya alga bersel satu Chlorella), dengan menghasilkan spora vegetatif (misalnya pada tumbuhan paku, fungi, dan ganggang), dengan rhizoma atau akar tinggal (pada irut, bunga tasbih, lengkuas, temulawak, dan kunyit), dengan stolon atau geragih (misalnya pada pegagan, rumput teki), dengan umbi batang, (misalnya pada kentang), dengan umbi lapis (misalnya pada bawang merah), dengan umbi akar (misalnya pada ketela pohon), dengan tunas (misalnya pada bambu), dengan tunas adventif (misalnya pada cocor bebek). Dan ada juga perkembangbiakan aseksual secara buatan yaitu dengan bantuan tangan manusia, seperti stek (memperbanyak dengan potongan-potongan batang, yang ditanam, lalu tumbuh menjadi tanaman baru), mengenten ( menyambungkan dua jaringan tanaman yang hidup, sehingga keduanya bergabung dan tumbuh serta berkembang menjadi satu tanaman gabungan), merunduk (merundukkan dan kemudian membelokkan ke bawah batang atau cabang tanaman), okulasi (menempelkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain), dan mencangkok (membuat cabang batang tanaman menjadi berakar).


stek
mengenten
merunduk
okulasi

mencangkok



daftar pustaka:

BIology for Junior High School.Jakarta: Yudhistira Ghalia Indonesia
Biologi SMP/MTs Kls IX (KTSP). Jakarta: Grasindo

Foto :
http://bigbangpustaka.blogspot.co.id/2015/03/jenis-jenis-penyerbukan-pada-bunga.html
http://reproductionsystemlina.blogspot.co.id/2015/08/reproduksi-aseksual-dan-seksual.html
http://biologimediacentre.com/reproduksi-vegetatif-pada-tumbuhan/

Efek Rumah kaca


Dari tahun ke tahun jika kita sebagai penghuni bumi mengamati kejadian-kejadian yang ada di bumi, maka kita dapat merasakan perbedaan yang terjadi, misalkan perbedaan suhu bumi yang semakin kesini semakin panas serta cuaca yang tidak menentu. Hal ini disebut  sebagai pemanasan global (global warming), dimana terjadi peningkatan suhu di bumi akibat dari efek rumah kaca. 

a. Pengertian Efek Rumah Kaca

        Efek rumah kaca, adalah proses pemanasan permukaan bumi atau benda langit seperti planet mars, venus, dan saturnus yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Dalam bahasa inggris, istilah untuk efek rumah kaca adalah green house effect. Istilahnya menggunakan kata “green house” karena bumi diibaratkan sebagai tanaman dan atmosfer bumi sebagai kaca, dimana tanaman yang akan ditumbuhi diletakkan di dalam rumah kaca karena sifat kaca adalah mudah menyerap panas tapi sulit melepaskannya, dimana di dalam rumah kaca suhunya lebih tinggi daripada diluar rumah kaca, karena cahaya matahari yang menembus kaca akan dipantulkan kembali oleh benda-benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas. Efek rumah kaca pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada tahun 1824. Efek rumah kaca dapat terjadi karena 2 hal, pertama efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di muka bumi, kedua efek rumah kaca yang terjadi akibat aktivitas dari manusia. Efek rumah kaca terjadi karena adanya penyerapan gelombang infra merah, dimana kalau tidak berlebihan maka sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena dapat menjadikan suhu bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup. Tanpa efek rumah kaca, bumi akan tertutupi oleh es dan perbedaan suhu antara siang hari dan malam hari tidak terlalu jauh berbeda.

b. Penyebab Efek Rumah Kaca

        Biasanya orang yang tidak tahu apa itu efek rumah kaca, mereka beranggapan bahwa efek rumah kaca disebabkan oleh  rumah-rumah kaca yang ada di perkotaan, tapi penyebab sebenarnya karena emisi karbon yang terlalu banyak di angkasa sehingga menyulitkan panas untuk memantul kembali ke angkasa. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2), Metana (CH4), N2O (Nitrous Oksida), HFC5 (Hydrofluorocarbons), CFC (klorofluorokarbon), PFC5 (Perfluorocarbons) dan SF6 (Sulphur Hexafluoride) di atmosfer yang disebut gas rumah kaca. Peningkatan CO2  disebabkan karena pembakaran bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, asap kendaraan dan menghasilkan listrik pada saat yang sama. Tetapi jumlah tanaman untuk menyerap CO2  sangat sedikit, dengan demikian gas CO2 semakin bertambah. Peningkatan CH4  disebabkan oleh produksi dan transportasi batu bara, gas alam dan minyak bumi. Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah. Untuk gas N2O, disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian. Sedangkan peningkatan HFC5 disebabkan oleh manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan(furniture), dan tempat duduk di kendaraan. Dan CFC disebabkan oleh peningkatan penggunaan lemari pendingin dan AC.

c. Akibat Efek Rumah Kaca

      Dampak yang ditimbulkan karena efek rumah kaca sudah pasti ada, terutama dampaknya pada Bumi ini, dan dibalik dampak positif pasti ada juga dampak negatifnya jika efek rumah kacanya sudah berlebihan. Berikut dampak positif dan negatif dari efek rumah kaca:

Dampak Positif Efek Rumah Kaca :
  1. Efek rumah kaca menyerap gelombang infra merah, dimana kalau tidak berlebihan maka sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena dapat menjadikan suhu bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup. Tanpa efek rumah kaca, bumi akan tertutupi oleh es dan perbedaan suhu antara siang hari dan malam hari tidak terlalu jauh berbeda. 
  2. Manusia menjadi lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik dan bahan bajar fosil agar tidak menyebabkan peningkatan efek rumah kaca yang berlebihan
  3. Untuk mencegah peningkatan efek rumah kaca yang berlebihan, manusia menadi lebih kreatif dengan mendaur ulang sampah menjadi barang yang ekonomis
  4. Manusia menjadi lebih sadar akan keberadaan pepohonan yang sangat berguna untuk bumi karena pohon menyerap gas karbondioksida sehingga peningkatan gas tersebut yang menyebabkan peningkatan efek rumah kaca dapat dikurangi 


Dampak Negatif Efek Rumah Kaca :
  1. Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbondioksida di atmosfer,
  2. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutu yang dapat menimbulkan naiknya permukaan laut.
  3. Mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
  4. Menjadi penyebab global warming dan perubahan suhu iklim. Iklim di bumi menjadi tidak menentu dan susah diprediksi, sehingga mengganggu sistem penerbangan dan petani dalam menentukan masa panen.

d. Solusi Mengatasi Efek Rumah Kaca

        Agar mengurangi peningkatan efek rumah kaca yang berlebihan, kita sebagai penghuni bumi wajib melakukan upaya dan penjagaan terhadap bumi yang kita tempati. Berikut solusi bagi kita untuk mengurangi efek rumah kaca ini, yaitu :
  1. Mengurangi penggunaan listrik yang berlebihan, matikan alat listrik seperti lampu dan yang lainnya jika tidak digunakan, selalu hemat dalam penggunaannya
  2. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, selain untuk mengurangi macet yang terjadi sekarang ini, kita juga dapat mengurangi peningkatan efek rumah kaca karena berkurangnya asap kendaraan dimana sekarang ini satu orang bisa menyebabkan berkali-kali lipat gas rumah kaca karena memiliki kendaraan bermotor pribadi yang dipakainya sehari-hari
  3. Melakukan go green atau penghijauan, dimana pepohonan-pepohonan yang akan tumbuh dapat dengan baik menyerap gas karbondioksida yang dihasilkan
  4. Melakukan pengelolaan sampah, seperti mengurangi penggunaan sampah, memisahkan antara sampah organik dan anorganik, menghemat penggunaan kertas, plastik, dan tisu, serta mendaur ulang kertas, plastik, dan logam



Daftar Pustaka:

Rusbiantoro, D. 2008. Global warming for beginner: pengantar komprehensif tentang pemanasan global. Jakarta: Niaga Swadaya

IPA FISIKA. Jilid 3, Esis