Diagram Venn merupakan salah satu cara untuk
menyajikan atau menjelaskan himpunan-himpunan tersebut dalam pembicaraan
tertentu. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan
diagram venn.
·Himpunan semesta dinyatakan dalam persegi
panjang. Simbol S untuk semesta disimpan di pojok kiri atas.
·Setiap himpunan yang dibicarakan selain
(himpunan kosong)digambarkan dengan kurva tertutup.
·Setiap anggota ditunjukan dengan noktah
(titik).
·Jika anggotanya sangat banyak maka cukup
ditulis Himpunannya saja. contoh : S = Himpunan siswa SMP di sekolahmu K= Himpunan seswa kelas VII di sekolahmu L= Himpuan siswa putri kelas VIII di sekolahmu maka diagram venn yang menunjukkan himpunan di atas adalah :
Bilangan
adalah suatu sebutan untuk menyetakan jumlah atau banyaknya sesuatu. Simbol
atau lambangdari bilamhan disebut dengan angka atau lambang bilangan. Ada
beberapa istilah bilangan pada matematika, yaitu bilangan real,bilangan
rasional, irasional, asli, prima, dan bilangan cacah. Disini akan dijelaskan
tentang bilangan real danb bilangan bulat.
1.Bilangan real
Bilangan
real adalah sekumpulan bilangan yang terdiri dari bilangan rasional, yaitu
gabungan dari bilangan bulat dan bilangan pecahan, dalam bentuk pecahan atau
a/b merupakan bilangan bulat dan b tidak
sama dengan 0, seperti 2/5, dimana a = 2, dan b=5.dan juga terdiri dari
bilangan irrasional yaitu bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk a/b
dengan b tidak sama dengan 0, seperti √2, √3, √5,untuk √9 bukan
merupakan bilangan irrasional karena hasilnya adalah 3
Kalau diperhatikan, flora dan fauna di permukaan bumi ini terdapat adanya perbedaan di setiap tempat. Ternyata persebaran makhluk hidup di permukaan bumi tidak merata. Persebaran itu tergantung beberapa faktor salah satunya yaitu perbedaan iklim (klimatik), suhu, curah hujan, kelembaban, dan angin. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap penyebaran makhluk hidup dimana dapat menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya berbeda-beda. Wilayah-wilayah dengan pola iklim yang ekstrim, seperti daerah kutub yang selalu ditutupi oleh es, atau gurun yang gersang, pasti akan menyulitkan bagi kehidupan suatu organsime. Oleh karena itu, persebaran flora dan fauna pada wilayah tersebut pasti sangat minim baik jumlah maupun jenisnya. Lain halnya dengan wilayah yang beriklim tropis yang merupakan wulayah yang optimal bagi kehidupan flora dan fauna. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persebaran makhluk hidup di muka bumi, antara lain dijelaskan sebagai berikut:
1.Suhu
Suhu adalah parameter yang menggambarkan derajat panas pada sesuatu. Kondisi suhu sangat berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna, karena setiap spesies memiliki persayaratan suhu untuk lingkungan hidup yang ditempatinya. Misalnya, flora dan fauna yang hidup di wilayah kutub memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi terhadap perbedaan suhu yang berubah tajam antara siang dan malam jika dibandingkan dengan flora dan fauna di wilayah tropis. Dalam suatu ekosistem, suhu dapat mempengaruhi unsur fisik dan fisiologis tubuh hewan. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak ezim, sel, jaringan, organ, serta menguapkan cairan tubuh. Sedangkan suhu yang terlalu rendah dapat menghambat kerja enzim dan pembekuan protoplasma, oleh karena itu pada hewan dan tumbuhan dikenal dengan istilah toleransi suhu. Berdasarkan toleransi suhu, flora dan fauna dapat dikelompokkan menjadi eurythermal, yaitu mampu hidup pada suhu lingkungan dalam kisaran yang luas, dan stenothermal, yaitu mampu hidup pada suhu lingkungan dalam kisaran yang sempit.
2.Kelembapan udara
Kelembapan udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam massa udara. Tingkat kelembapan udara dapat berpengaruh secara langsung terhadap pola persebaran tumbuhan di bumi. Beberapa jenis tumbuhan sangat cocok hidup di wilayah yang kering, dan juga ada jenis tumbuhan yang dapat hidup dengan kadar air yang tinggi. Berdasarkan tingkat kelemabapan udara, tumbuhan di bumi dapat dibedakan menjadi:
a.Xerophyta, jenis tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan yang kering/gersang, seperti kaktus
b.Mesophyta, jenis tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan yang lembab, seperti anggrek
c.Hygrophyta, jenis tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan yang basah, seperti eceng gondok
d.Tropophyta, jenis tumbuhan yang dapat beradaptasi terhadap perubahan musim kemarau dan musim hujan, seperti pohon jati
3.Angin
Angin berfungsi sebagai alat transportasi untuk memindahkan uap air atau awan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Angin sangat menguntungkan bagi kehidupan makhluk di bumi, karena terjadi ditribusi air di atmosfer ke beberapa wilayah. Akibatnya, secara alamiah kebutuhan organisme akan air dapat terpenuhi. Selain itu, gerakan angin juga dapat membantu memindahkan benih dan membatu proses penyerbukan beberapa tumbuhan tertentu.
4.Curah hujan
Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tumbuhan karena dapat melarutkan dan membawa makanan yang diperlukan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan dan curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yang bersangkutan. Keadaan tekstur tanah berpengaruh pada daya serap tanah terhadap air. Suhu tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan akar serta kondisi air di dalam tanah. Jenis flora di suatu wilayah sangat berpengaruh pada banyaknya curah hujan di wilayah tersebut. Flora di daerah yang kurang curah hujannya keanekaragaman tumbuhannya kurang dibandingkan dengan flora di daerah yang banyak curah hujannya. contohnya: di daerah gurun, hanya sedikit tumbuhan yang dapat hidup, contohnya adalah pohon Kaktus dan tanaman semak berdaun keras. Di daerah tropis banyak hutan lebat, pohonnya tinggi-tingi dan daunnya selalu hijau.
Daftar pustaka :
Geografi:
membuka cakrawala dunia. Jakarta: PT
Grafindo Media Pratama
Berkembang biak merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan dan mempertahankan kelestarian jenisnya. Perkembangbiakan atau reproduksi pada makhluk hidup terbagi menjadi 2 yaitu perkembangbiakan seksual (generatif) dan perkembangbiakan aseksual (vegetatif), berikut penjelasannya:
Perkembangan Seksual (Generatif)
Perkembangan seksual merupakan proses bertemunya dua individu dengan jenis kelamin yang berbeda, atau bertemunya sel ovum dan sel sperma yang disebut dengan proses pembuahan. Kedua sel kelamin bersatu membentuk suatu sel yang disebut dengan zigot. Salah satu makhluk hidup yang sudah pasti menggunakan reproduksi ini adalah manusia.
Berbeda dengan manusia, reproduksi seksual pada hewan terbagi berdasarkan pada tempat terjadinya fertilisasi yaitu secara internal (di dalam tubuh) seperti mamalia dan secara eksternal (di luar tubuh) seperti ikan dan katak. Berdasarkan proses perkembangan embrionya dibedakan menjadi ovipar (bertelur), vivipar (melahirkan), dan ovovivipar (bertelur dan melahirkan). Pada hewan ovipar,pembuahan sel telur dan perkembangan embrio terjadi diluar tubuh induk misalkan pada hewan jenis unggas,ikan, dan amfibi. Hewan vivipar mengalami pembuahan sel telur dan perkembangan embrio di dalam tubuh induk seperti pada hewan jenis mamalia. Sedangkan hewan ovovivipar, pembuahan terjadi di dalam tubuh induk, tetapi telur yang telah terbuahi akan dikeluarkan dan embrio berkembang di dalam telur sampai dewasa seperti hiu, ular boa, dan kadal.
perkembangbiakan pada ovipar
hewan yang termasuk dalam kelompok vivipar
perkembangbiakan ovovivipar pada buaya
Pada tumbuhan, organ seksual yang dipakai tumbuhan berbiji berupa bunga. Tumbuhan berbiji berkembang biak secara seksual melalui tahap pembentukan gamet, penyerbukan putik oleh benang sari, dan pembuahan. Penyerbukan merupakan tahap yang penting dalam perkembangbiakan tumbuhan berbiji. Agar benang sari sampai ke putik, tumbuhan mengembangkan adaptasi yang berbeda-beda, yaitu Anemogami, penyerbukan yang dibantu oleh angin. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin, cenderung memiliki serbuk sari yang banyak dan ringan. Contoh : jagung dan rumput. Hidrogami, penyerbukan yang dibantu oleh air. Tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh air adalah tumbuhan air. Contoh tumbuhan paku air. Zoidiogami, penyerbukan yang dibantu oleh hewan, dibagi lagi menjadi penyerbukan yang dibantu serangga (entomogami), dan penyerbukan yang dibantu oleh burung (ornitogami).
penyerbukan anemogami
penyerbukan hidrogami
penyerbukan zoidiogami
Perkembangbiakan Aseksual (vegetatif)
Perkembangan aseksual merupakan proses reproduksi tanpa adanya peleburan antara sel kelamin jantan dan betina, tanpa melibatkan alat reproduksi sehingga tidak terjadi proses fertilisasi atau pertemuan antara gamet jantan dan gamet betina. Biasanya yang mengalami perkembangbiakan secara aseksual adalah tumbuhan dan hewan yang tidak memiliki tulang belakang.
Reproduksi aseksual pada hewan ada lima jenis, yaitu pembelahan biner, terjadi pada makhluk hidup uniseluler, yaitu dari golongan Monera dan Protista. Pada pembelahan biner, dari satu individu membelah secara langsung menjadi dua sel anak contohnya pada cacing pita (Taenia sp). Pembelahan ganda, yaitu pembelahan berulang, sehingga dalam sekali pembelahan dari satu individu dapat dihasilkan lebih dari dua individu. Contoh hewan yang dapat melakukan pembelahan ganda adalah Plasmodium. Pembentukan tunas, yaitu pembentukan tunas kecil yang serupa dengan induk. Tunas ini kemudian memisahkan diri dan menjadi individu baru. Contohnya pada Hydra, ubur-ubur pada saat berbentuk polip. Regenerasi, individu baru terbentuk dari bagian tubuh induk yang terbagi-bagi/terputus baik sengaja atau tidak. Setiap bagian tumbuh dan berkembang membentuk bagian yang belum ada sehingga menjadi individu baru yang utuh. Contoh hewan yang melakukan reproduksi secara regenerasi adalah cacing tanah. Partenogenesis, individu baru terbentuk dari telur yang tidak dibuahi. Hewan yang mengalami partenogenesis adalah serangga, misalnya lebah madu.
pembelahan biner
pembelahan ganda
pembentukan tunas
regenerasi
partenogenesis
Perkembangbiakan pada tumbuhan dapat dibagi menjadi 2 yaitu secara alami dan secara buatan. Secara alami maksudnya perkembangbiakan aseksual tanpa campur tangan dari tangan manusia, seperti dengan pembelahan sel, (pada tumbuhan bersel satu, misalnya alga bersel satu Chlorella), dengan menghasilkan spora vegetatif (misalnya pada tumbuhan paku, fungi, dan ganggang), dengan rhizoma atau akar tinggal (pada irut, bunga tasbih, lengkuas, temulawak, dan kunyit), dengan stolon atau geragih (misalnya pada pegagan, rumput teki), dengan umbi batang, (misalnya pada kentang), dengan umbi lapis (misalnya pada bawang merah), dengan umbi akar (misalnya pada ketela pohon), dengan tunas (misalnya pada bambu), dengan tunas adventif (misalnya pada cocor bebek). Dan ada juga perkembangbiakan aseksual secara buatan yaitu dengan bantuan tangan manusia, seperti stek (memperbanyak dengan potongan-potongan batang, yang ditanam, lalu tumbuh menjadi tanaman baru), mengenten ( menyambungkan dua jaringan tanaman yang hidup, sehingga keduanya bergabung dan tumbuh serta berkembang menjadi satu tanaman gabungan), merunduk (merundukkan dan kemudian membelokkan ke bawah batang atau cabang tanaman), okulasi (menempelkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain), dan mencangkok (membuat cabang batang tanaman menjadi berakar).
stek
mengenten
merunduk
okulasi
mencangkok
daftar pustaka:
BIology for Junior High School.Jakarta: Yudhistira Ghalia Indonesia
Dari tahun ke tahun jika kita sebagai penghuni bumi mengamati kejadian-kejadian yang ada di bumi, maka kita dapat merasakan perbedaan yang terjadi, misalkan perbedaan suhu bumi yang semakin kesini semakin panas serta cuaca yang tidak menentu. Hal ini disebut sebagai pemanasan global (global warming), dimana terjadi peningkatan suhu di bumi akibat dari efek rumah kaca.
a.Pengertian Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca, adalah proses pemanasan permukaan bumi atau benda langit seperti planet mars, venus, dan saturnus yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Dalam bahasa inggris, istilah untuk efek rumah kaca adalah green house effect. Istilahnya menggunakan kata “green house” karena bumi diibaratkan sebagai tanaman dan atmosfer bumi sebagai kaca, dimana tanaman yang akan ditumbuhi diletakkan di dalam rumah kaca karena sifat kaca adalah mudah menyerap panas tapi sulit melepaskannya, dimana di dalam rumah kaca suhunya lebih tinggi daripada diluar rumah kaca, karena cahaya matahari yang menembus kaca akan dipantulkan kembali oleh benda-benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas. Efek rumah kaca pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada tahun 1824. Efek rumah kaca dapat terjadi karena 2 hal, pertama efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di muka bumi, kedua efek rumah kaca yang terjadi akibat aktivitas dari manusia. Efek rumah kaca terjadi karena adanya penyerapan gelombang infra merah, dimana kalau tidak berlebihan maka sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena dapat menjadikan suhu bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup. Tanpa efek rumah kaca, bumi akan tertutupi oleh es dan perbedaan suhu antara siang hari dan malam hari tidak terlalu jauh berbeda.
b.Penyebab Efek Rumah Kaca
Biasanya orang yang tidak tahu apa itu efek rumah kaca, mereka beranggapan bahwa efek rumah kaca disebabkan oleh rumah-rumah kaca yang ada di perkotaan, tapi penyebab sebenarnya karena emisi karbon yang terlalu banyak di angkasa sehingga menyulitkan panas untuk memantul kembali ke angkasa. Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2), Metana (CH4), N2O (Nitrous Oksida), HFC5 (Hydrofluorocarbons), CFC (klorofluorokarbon), PFC5 (Perfluorocarbons) dan SF6 (Sulphur Hexafluoride) di atmosfer yang disebut gas rumah kaca. Peningkatan CO2 disebabkan karena pembakaran bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, asap kendaraan dan menghasilkan listrik pada saat yang sama. Tetapi jumlah tanaman untuk menyerap CO2 sangat sedikit, dengan demikian gas CO2 semakin bertambah. Peningkatan CH4 disebabkan oleh produksi dan transportasi batu bara, gas alam dan minyak bumi. Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah. Untuk gas N2O, disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian. Sedangkan peningkatan HFC5 disebabkan oleh manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan(furniture), dan tempat duduk di kendaraan. Dan CFC disebabkan oleh peningkatan penggunaan lemari pendingin dan AC.
c.Akibat Efek Rumah Kaca
Dampak yang ditimbulkan karena efek rumah kaca sudah pasti ada, terutama dampaknya pada Bumi ini, dan dibalik dampak positif pasti ada juga dampak negatifnya jika efek rumah kacanya sudah berlebihan. Berikut dampak positif dan negatif dari efek rumah kaca:
Dampak Positif Efek Rumah Kaca :
Efek rumah kaca menyerap gelombang infra merah, dimana kalau tidak berlebihan maka sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena dapat menjadikan suhu bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup. Tanpa efek rumah kaca, bumi akan tertutupi oleh es dan perbedaan suhu antara siang hari dan malam hari tidak terlalu jauh berbeda.
Manusia menjadi lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik dan bahan bajar fosil agar tidak menyebabkan peningkatan efek rumah kaca yang berlebihan
Untuk mencegah peningkatan efek rumah kaca yang berlebihan, manusia menadi lebih kreatif dengan mendaur ulang sampah menjadi barang yang ekonomis
Manusia menjadi lebih sadar akan keberadaan pepohonan yang sangat berguna untuk bumi karena pohon menyerap gas karbondioksida sehingga peningkatan gas tersebut yang menyebabkan peningkatan efek rumah kaca dapat dikurangi
Dampak Negatif Efek Rumah Kaca :
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbondioksida di atmosfer,
Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutu yang dapat menimbulkan naiknya permukaan laut.
Mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
Menjadi penyebab global warming dan perubahan suhu iklim. Iklim di bumi menjadi tidak menentu dan susah diprediksi, sehingga mengganggu sistem penerbangan dan petani dalam menentukan masa panen.
d.Solusi Mengatasi Efek Rumah Kaca
Agar mengurangi peningkatan efek rumah kaca yang berlebihan, kita sebagai penghuni bumi wajib melakukan upaya dan penjagaan terhadap bumi yang kita tempati. Berikut solusi bagi kita untuk mengurangi efek rumah kaca ini, yaitu :
Mengurangi penggunaan listrik yang berlebihan, matikan alat listrik seperti lampu dan yang lainnya jika tidak digunakan, selalu hemat dalam penggunaannya
Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, selain untuk mengurangi macet yang terjadi sekarang ini, kita juga dapat mengurangi peningkatan efek rumah kaca karena berkurangnya asap kendaraan dimana sekarang ini satu orang bisa menyebabkan berkali-kali lipat gas rumah kaca karena memiliki kendaraan bermotor pribadi yang dipakainya sehari-hari
Melakukan go green atau penghijauan, dimana pepohonan-pepohonan yang akan tumbuh dapat dengan baik menyerap gas karbondioksida yang dihasilkan
Melakukan pengelolaan sampah, seperti mengurangi penggunaan sampah, memisahkan antara sampah organik dan anorganik, menghemat penggunaan kertas, plastik, dan tisu, serta mendaur ulang kertas, plastik, dan logam
Daftar Pustaka:
Rusbiantoro, D. 2008. Global warming for beginner: pengantar komprehensif tentang pemanasan global. Jakarta: Niaga Swadaya
Hari
kamis tanggal 13 April 2017, saya mengunjungi Planetarium dan Observatorium
Jakarta. Planetarium dan Observatorium ini merupakan salah satu sarana wisata pendidikan yang dapat menunjukan
simulasi perbintangan atau benda-benda langit. Pengunjung diajak mengembara di
jagat raya untuk memahami konsepsi tentang alam semesta melalui gambar-gambar
dan benda-benda yang ada disana. Planetrium ini letaknya di Jl. Cikini Raya No.
73 , Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, kalau dari stasiun
Cikini kita cukup berjalan kaki sejauh 1 km. Tempat ini dibuka pada hari selasa
sampai minggu mulai dari pukul 9.30 WIB.
Untuk hari Senin tempat ini ditutup untuk pemeliharaan. Sebenarnya di
planetarium ini ada sebuah pertunjukan yang akan memutarkan fim-film tentang
jagat raya, namun karena tempat pertunjukan tersebut sedang dalam perbaikan,
maka untuk observasi kali ini saya hanya dapat mengamati bagian-bagian
pamerannya yang juga tidak kalah menarik dengan film-filmya.
Sebelum ke
ruangan pameran, kita akan melewati sebuah jalan masuk menuju ruangan yang
dibuat seperti sebuah goa yang lantainya bergambar langit, sehingga seakan-akan
kita sedang berdiri di atas langit. Dan bagian temboknya dipasang gambar-gambar
tentang jagat raya yang sangat menarik dan indah untuk dilihat.
Saat pertama
kali masuk ke ruangan pamerannya, kita akan disambut oleh sebuah globe besar
yang juga dapat diputar seperti globe pada umumya. Saat masuk ke dalamnya
ruangannya, kita akan melihat lebih banyak lagi gambar-gambar dan benda-benda
serta miniatur-miniatur yang menjelaskan tentang jagat raya, astronomi, dan
penjelajahan luar angkasa. Di dalam ruangan tersebut, lantainya dipajang
berbagai macam zodiak yang diketahui, jadi sangat pas jika ada yang ingin
mengambil gambar dengan zodiaknya masing-masing.
Untuk gambar-gambar terdapat
banyak sekali penjelasan tentang jagat raya, Seperti pembahasan tentang Tata Surya kita, berisi pengenalan
tentang Tata Surya mulai dari penjelasan tentang planet-planet, matahari dan
perkembangan pemahaman manusia tentang alam semesta. Penjelajah Kecil di Tata surya, membahas tentang komet, asteroid, materi
antarplanet dan benda-benda lain yang sering disebut sebagai penjelajah kecil
di tatasurya. Pembentukan Tata Surya,
membahas tentang berbagai teori percobaan yang dilakukan untuk menyingkap tabir
pembentukan Tata Surya. Planet Biru Bumi,
membahas tentang Bumi dan asal-usulnya. Dari
Ekuator Sampai ke Kutub,berisi tentang penampakan dan gerak harian benda
langit yang terlihat dari Bumi. Gerhana
Matahari dan Gerhana Bulan, membahas tentang peristiwa gerhana, termasuk
mitos-mitos yang menyertainya. Galaksi
Kita Bima Sakti, membahas tentang galaksi Bima Sakti. Riwayat Hidup Bintang, membahas tentang proses kelahiran,
perkembangan, dan kematian sebuah bintang. Bumi
kita di malam hari, Sejarah Astronomi, Cuaca ruang angkasa, Kalender fase bulan
selama satu tahun, teori Big Bang, Stasiun ruang angkasa, dan masih banyak lagi.
Untuk miniaturnya,
di planetarium ini paling banyak memajang miniatur pesawat ruang angkasa,
contohnya pesawat Gemini 3 yang merupakan pesawat ruang angkasa AS yang digunakan
untuk melakukan penerbangan berawak ke 7 dan ke 17 dari Florida, dan masih
banyak contoh pesawat ruang angkasa lainnya. Ada juga alat-alat observasi
Astronomi, seperti teleskop Celestron C6N Advance dan masih banyak lagi. Dan tak
ketingglan, disana juga dpajang buku-buku tentang astronomi, jagat raya,
penemu-penemu, dan lain-lain. Ada juga miniatur tentang pendaratan di bulan. Hal
yang menurut saya sangat menarik dari planetarium ini adalah adanya miniatur
dari galaksi Bima Sakti dimulai dari Matahari, planet Merkurius, Venus, Bumi,
Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Tak lupa juga, terdapat model
pakaian astronot yang digunakan awak pesawat antariksa sewaktu bekerja di luar
pesawat, seperti awak pesawat Apollo sewaktu berada di pemukaan Bulan. Dalam penjelasannya
dijelaskan bahwa pakaian ini melindungi astronot dari keadaan tanpa tekanan
udara, perubahan temperatur yang sangat besar, dan keadaan lain yang sangat
berbeda dengan keadaan bumi.
miniatur matahari dan planet
miniatur planet(2)
miniatur pendaratan di bulan
miniatur pesawat ruang angkasa
miniatur pesawat ruang angkasa
alat observasi astronomi
alat observasi astronom
pakaian ruang angkasa
Sekian
hasil observasi saya ke Planetarium dan Observatorium Jakarta. Selain penjelasan-penjelasan
diatas, sebenarnya masih terdapat banyak penjelasan yang lain, saya hanya
menjelaskan beberapa dari apa yang saya lihat. Untuk lebih jelasnya, silahkan
berkunjung ke Planetarium dan Observatorium di Jl.
Cikini Raya No. 73, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, karena
tempat ini merupakan tempat yang sangat tepat untuk mempelajari tentang
benda-benda langit, jagat raya, dan lain-lain. Dan akan lebih menarik jika
kunjungannya disaat ruangan pertunjukan telah selesai direnovasi karena kita
akan menyaksikan berbagai macam film yang akan dipertontokan.
berikut video hasil observasi saya ke planetarium Jakarta
cerita rakyat
atau legenda adalah cerita yang berasal
dari rakyat yang diyakini pernah terjadi dan kadang kala bersifat mistis karena
di dalam cerita tersebut terdapat unsur kesaktian, keajaiban, dan keistimewaan
dari tokohnya. Cerita rakyat biasanya berasal dari zaman dahulu yang
diceritakan secara turun-temurun sehingga masih dipercaya oleh masyarakat
hingga sekarang. Cerita rakyat ini merupakan salah satu budaya bangsa yang
perlu dilestarikan karena banyak mengandung nilai-nilai budi dan moral, dimana
setiap suku atau daerah yang ada di Indonesia ini pasti memiliki cerita rakyat
yang berbeda-beda. Berikut adalah salah satu contoh cerita rakyat yang
berasal dari tanah kelahiran saya yaitu cerita rakyat dari Ternate, Maluku
Utara. Cerita ini menceritakan tentang asal mula danau Tolire, dimana terdapat
2 danau yaitu danau Tolire Besar (Lamo) dan danau Tolire Kecil (Ici). Kedua
danau ini bukan terbentuk sendiri seperti danau pada umumnya. Namun di balik
itu ada cerita yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai asal mula
terbentuknya danau tolire. Berikut ceritanya :
ASAL MULA DANAU TOLIRE
Danau
tolire dulunya adalah sebuah kampung atau desa yang penduduknya hidup damai dan
sejahtera. Seperti desa pada umumnya, desa tolire juga memiliki kepala desa
yang sangat dihormati oleh masyarakatnya. Pada suatu hari, masyarakat di desa
tersebut akan mengadakan sebuah pesta dan kepala desa diundang sebagai tamu. Semua
persiapan sudah dipersiapkan, hidangan pun tak lupa disiapkan. Pesta tersebut
masih berlanjut sampai pada malam hari, disana para lelaki sedang
mabuk-mabuknya, begitu juga dengan kepala desa, beliau juga sudah sangat mabuk.
Saat pesta usai, kepala desa yang sudah sangat mabuk ini masuk ke rumah lalu
berhubungan intim dengan anak kandungnya sendiri. Mungkin karena sudah
kehilangan kesadarannya sehingga beliau tidak tau kalau yang dilakukannya itu
adalah dosa yang sangat besar.
Ketika
subuh tiba, terdengar kokok ayam “kukuruyuuuk” sebanyak tiga kali. Ternyata kokok
itu adalah pertanda bahwa akan terjadi sebuah bencana. Namun, masyarakat sekitar
tidak menghiraukannya karena mereka tidak mengerti maksud dari kokok tersebut. Hanya
ada seorang nenek yang kebetulan sudah bangun untuk menunaikan sholat subuh
yang menyadarinya. Nenek tersebut lalu berteriak untuk membangunkan orang-orang
agar pergi dari situ, nenek tersebut berteriak sambil mengatakan “TOLIRE GAM
JAHA” yang artinya tolire akan tenggelam. Tapi tak ada satupun yang percaya
dengan nenek tersebut.
Tiba-tiba
dari samping rumah kepala desa mendadak keluar air yang sangat banyak. Kepala desa
terbangun dan panik begitu juga warga yang mengetahuinya pun sangat panik. Air yang
keluar sekaligus itu membuat para warga dan kepala desa berlari ke tempat yang
lebih tinggi. Namun sayang, dengan kehendak tuhan, air yang meluap tersebut
telah menenggelamkan desa beserta masyarakatnya dan juga kepala desa. Anak kepala
desa yang sudah berlari duluan tiba di tepi pantai, ternyata tanah yang
diinjaknya juga keluar air yang sangat banyak sehingga seketika itu juga tempat
yang diinjak anak itu langsung tenggelam beserta dirinya. Danau tempat kepala
desa dan masyarakatnya sekarang ini disebut dengan danau Tolire Besar (Lamo) yang konon terdapat buaya putih yang merupakan
penjaga danau tersebut. Dan danau tempat anaknya itu dinamakan danau Tolire
Kecil (Ici) yang mana letaknya berada di
dekat pantai.
Dari
cerita di atas, nilai moral yang dapat kita petik adalah apapun yang dilakukan
pasti akan mendapat balasannya, apalagi yang dilakukan adalah dosa yang sangat
besar, bisa saja Allah murka dengan apa yang dilakukan sehingga seketika itu
juga bencana bisa saja menimpa. Mabuk-mabukan dan berhubungan intim dengan anak
kandung walaupun secara tidak sengaja merupakan perbuatan yang sangat berdosa. Sehingga
tidak heran jika Allah langsung memberi bencana berupa menenggelamkan desa
tersebut beserta kepala desa dengan anaknya yang telah melakukan hal yang tidak
senonoh.
Daftar Pustaka
Piris,W dkk. 2000. Sastra lisan ternate : analisis struktur dan nilai budaya. Jakarta:
pusat bahasa DEPDIKNAS